Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Belajar

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.[1] Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.


Sumber : http://id.wikipedia.org

Pendidikan

Pendidikan dalam arti terbesar adalah setiap tindakan atau pengalaman yang memiliki efek formatif pada pikiran , karakter atau kemampuan fisik individu. In its technical sense, education is the process by which society deliberately transmits its accumulated knowledge , skills and values from one generation to another. Dalam arti teknis, pendidikan adalah proses dimana masyarakat sengaja mentransmisikan akumulasi pengetahuan , keterampilan dan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi.

Etymologically the word education contains educare (Latin) "bring up", which is related to educere "bring out", "bring forth what is within", "bring out potential" and ducere, "to lead". [ 1 ] Secara etimologis kata pendidikan berisi Educare (Latin) "membuka", yang terkait dengan educere "membawa", "membawa apa yang dalam", "membawa potensi" dan ducere, "untuk memimpin". [1]

Teachers in educational institutions direct the education of students and might draw on many subjects , including reading , writing , mathematics , science and history . Guru di lembaga pendidikan mengarahkan pendidikan siswa dan mungkin menarik pada banyak mata pelajaran , termasuk membaca , menulis , matematika , ilmu pengetahuan dan sejarah . This process is sometimes called schooling when referring to the education of teaching only a certain subject, usually as professors at institutions of higher learning . Proses ini kadang-kadang disebut sekolah ketika mengacu pada pendidikan hanya mengajarkan mata pelajaran tertentu, biasanya sebagai dosen di institusi pendidikan tinggi . There is also education in fields for those who want specific vocational skills, such as those required to be a pilot. Ada juga pendidikan di bidang bagi mereka yang ingin spesifik kejuruan keterampilan, seperti yang dibutuhkan untuk menjadi pilot. In addition there is an array of education possible at the informal level , such as in museums and libraries, with the Internet and in life experience. Selain itu ada adalah array mungkin pendidikan di tingkat informal , seperti di museum dan perpustakaan, dengan internet dan dalam pengalaman kehidupan. Many non-traditional education options are now available and continue to evolve. Banyak pilihan pendidikan non-tradisional kini tersedia dan terus berkembang.

A right to education has been created and recognized by some jurisdictions: since 1952, Article 2 of the first Protocol to the European Convention on Human Rights obliges all signatory parties to guarantee the right to education. Sebuah hak atas pendidikan telah diciptakan dan diakui oleh beberapa yurisdiksi: sejak tahun 1952, Pasal 2 dari Protokol pertama ke Konvensi Eropa tentang HAM mewajibkan semua pihak yang menandatangani menjamin hak atas pendidikan. At world level, the United Nations ' International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights of 1966 guarantees this right under its Article 13. Di tingkat dunia, PBB ' Kovenan Internasional Ekonomi, Sosial dan Budaya tahun 1966 menjamin hak ini berdasarkan Pasal 13-nya.



Sumber : www.ensiklopedia bebas.com

Pengamat : RSBI jangan dihapus!

Pengamat pendidikan di Kota Solo menilai rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) tetap dibutuhkan, namun demikian harus melakukan seleksi pengajuan sekolah tersebut.

Sebelumnya Walikota Solo merencanakan kebijakan di bidang pendidikan di antaranya penghapusan RSBI, pembebasan dana investasi dan operasional yang akan termuat dalam Raperda Pendidikan dan penghapusan LKS.

Menurut pengamat pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Budi Murtiyarsa, penghapusan RSBI di Kota Solo bukan merupakan solusi bagi perkembangan pendidikan karena beberapa sekolah dinilai telah mampu menerapkan hal tersebut.
Namun demikian tidak sedikit di antaranya yang memaksakan penyelenggaraan sistem RSBI seperti penyediaan tenaga pendidik yang mampu menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris.

Dia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik pihak sekolah yang dinilai telah mampu dapat melakukan sharing dengan sekolah selevel, sehingga siswa mendapatkan materi pelajaran yang berimbang.

Hal senada diungkapkan, pengamat pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr Furqon Hidayatullah MPd. Dia mengatakan selain memberikan kurikulum setara internasional sekolah tersebut harus memberikan pelajaran budaya nasional.



Sumber : www.solopos.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More