Tampilkan postingan dengan label Bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bebas. Tampilkan semua postingan

Taman Rekreasi Terbaik Di Dunia

Mungkin kalian bertanya-tanya "Dimana taman bermain yang terbaik ?" saya punya beberapa taman terbaik di dunia yaitu,

1. Disneyland
Disneyland, yang berada di Anaheim, California (28 mil dari Los Angeles), adalah
taman rekreasi Disney yang pertama didirikan. Resmi dibuka pada tanggal 17 Juli
1955, Disneyland menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di seluruh
dunia.

2. Universal Studios
Universal Studios adalah perusahaan film Amerika Serikat yang didirikan pada tahun
1912 oleh Carl Laemmle. Perusahaan ini berlokasi di San Fernando Valley, Los
Angeles, California, AS, dan memproduksi beberapa film unggulan. Beberapa film
diproduksi oleh sutradara Steven Spielberg dengan asisten Melinda Gates. Saat ini,
Universal Studios merupakan bagian dari NBC Universal.

10 Komponis Terbaik Dunia Sepanjang Masa versi Edoblacklist

Menjadi seorang komponis bukanlah pekerjaan mudah, selain harus bisa menselaraskan nada menjadi sebuah irama musik yang bagus, seorang komponis juga harus peka terhadap bunyi not mulai dari do re mi fa sol la si , Bahkan seorang komponis juga harus bisa menebak nada dasar suatu bunyi yang ditimbulkan oleh benda di sekitarnya,,, Di bumi ini banyak sekali komponis-komponis terkenal dan handal dari seluruh dunia (kalo indonesia mungkin ya erwin gutawa itu). tapi kami hanya menentukan top 10 dari semua komponis-komponis terbaik itu

dan inilah 10 komponis terbaik sepanjang masa

10. Giuseppe Verdi



Giuseppe Fortunino Francesco Verdi (Le Roncole, 10 Oktober 1813 – Milan, 27 Januari 1901) adalah komponis Italia, terutama opera. Ia adalah anggota paling berpengaruh di Sekolah Opera Italia pada abad ke-19.
Karya-karyanya sering dilakukan di gedung opera di seluruh dunia dan, melampaui batas-batas genre, beberapa tema-nya sudah lama berakar dalam budaya populer – seperti “La donna è mobile” dari Rigoletto, “Va, Pensiero” ( Koor dari Budak Ibrani) dari Nabucco, “Libiamo ne ‘lieti calici” (The Drinking Song) dari La Traviata dan Triumphal March from Aida. Meskipun karyanya kadang-kadang dikritik karena menggunakan diatonic umumnya berwarna daripada musik idiom dan memiliki kecenderungan melodrama, Verdi’s masterworks mendominasi repertoar standar satu abad setengah setelah dikarang.
9. Johannes Brahms



Johannes Brahms (lahir di Hamburg, 7 Mei 1833 – meninggal di Wina, 3 April 1897 pada umur 63 tahun) adalah seorang komponis dan pianis dari Jerman, salah satu musisi utama pada zaman Romantik. Brahms lahir di Hamburg, Jerman, namun kemudian banyak berkarya di Wina, Austria. Pada masa hidupnya, Brahms sangat populer dan berpengaruh dalam dunia musik.

Brahms membuat komposisi musik untuk piano, ansambel musik kamar, orkestra simfoni, dan untuk penyanyi serta paduan suara. Sebagai seorang pianis yang mahir, ia sering kali menampilkan sendiri karya-karyanya secara perdana; dia juga bekerja sama dengan penampil-penampil utama pada masanya, termasuk pianis Clara Schumann (istri komponis Robert Schumann). Banyak karyanya merupakan bagian dari repertoar standar konser klasik hingga saat ini. Salah satu karyanya yang paling terkenal ialah Wiegenlied, Op. 49 No. 4 (“Lagu Nina Bobo”, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Brahms’ Lullaby).

8. Franz Liszt



Franz Liszt (October 22, 1811 – July 31, 1886) adalah seorang Hungarian composer, virtuoso pianist dan guru.

Liszt menjadi terkenal di seluruh Eropa selama abad ke-19 untuk keahlian sebagai seorang pemain. Dia dikatakan oleh orang-orang sezamannya telah menguasai teknis pianis dari usianya dan mungkin pianis terbesar sepanjang masa. Ia juga seorang komposer penting dan berpengaruh, seorang guru piano terkenal, seorang konduktor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan modern dari seni, dan dermawan untuk komposer dan pemain lain, terutama Richard Wagner, Hector Berlioz, Camille Saint-Saëns, Edvard Grieg dan Alexander Borodin.

7. Frédéric Chopin



Fryderyk Franciszek Chopin lahir di Zelazowa Wola, dekat Warsawa, Polandia tanggal 1 Maret 1810. Ayahnya, Nicolas Chopin adalah orang dari Marainville, Prancis. Sedangkan ibunya, Tekla-Justyna Kryzanowka adalah orang Polandia. Untuk menghindari wajib tentara, pada tahun 1787 Nicolas Chopin meninggalkan Prancis dan menetap di Polandia. Chopin lahir tak lama setelah kedua orangtuanya pindah ke Polandia. Chopin memiki bakat alamiah dalam bermain piano, hal ini terlihat dalam improvisasi-imporivasinya untuk piano. Ia masih berumur tujuh tahun ketika salah satu dari polonaise-nya diterbitkan (Mc Neill, 1998) namun, sumber lain mengatakan bahwa karya pertama yang diterbitakan adalah sebuah Rondo (Op. 1) pada saat ia berumur limabelas. Pada umur delapan, dia tampil di publik memainkan piano konserto milik Gywortez. Chopin mendapat pendidikan musik pertamanya oleh pianis Bohemia Adalbert Żiwny.

6. Robert Schumann



Robert Schumann (Zwickau, 8 Juni 1810–Bonn, 29 Juli 1856) adalah seorang penggubah dan pianis Jerman. Dia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik Romantik Eropa yang terpenting, serta seorang kritikus musik yang terkenal dalam sejarah. Seorang cendekiawan serta bersifat estetikus, musiknya menggambarkan sifat romantisme yang sangat pribadi. Mawas diri dan sering bertingkah, karya-karya musik pertamanya merupakan percobaan untuk melepaskan diri dari tradisi bentuk dan struktur klasik yang dia pikir terlalu membatasi.

5. Franz Schubert



Franz Schubert (31 Januari 1797-19 November 1828) adalah komponis berkebangsaan Austria.

Ketika ia berusia lima tahun, ayahnya sudah mengajarkannya berbagai hal tentang musik. Enam tahun kemudia ia masuk sekolah musik yang sangat terkenal di Wina. Sementara itu Franz sudah mulai menggubah karya musik. Lagunya yang pertama dihasilkan pada usia 17 tahun, berjudul Gretchen at the spinning whell. Untuk sementara ia menjadi guru sekolah, tetapi kemudian ia berhenti karena ia perlu banyak waktu untuk menulis karya musik. Untuk membiayai hidup sehar-hari ia memberikan les piano. Kadang-kadang ia menulis delapan lagu per hari. Bahkan ia tidur tanpa melepas kacamata nya supaya ia dapat langsung menulis jika ia terbangun di tengah malam dengan ide sebuah lagu. Sebelum berusia 20 tahun, ia telah menulis enam simponi. Secara keseluruhan ia telah menghasilkan sembilan simponi. Dua diantaranya sangat terkenal adalah Symphony No. 8 in B minor(simponi nomor 8 dalam nada B minor) yang dikenal dengan judul Unfinished Symphony dan Symphony No. 9 in C minor yang dikenal dengan judul Great Symphony karena begitu panjang. Karya-karya Schubert meliputi karya-karya musik dalam berbagai bentuk untuk orkes dengan ukuran yang berbeda-beda. Ia telah menulis 100 lagu. Diantaranya yang sampai sekarang diangap paling baik, yaitu Ave Maria, Who is Sylvia?, The Trout, dan Serenade. Franz Schubert meninggal pada usia 31 tahun, tetapi ia sudah menghasilkan hampir 1.000 karya musik.

4. Richard Wagner



Wilhelm Richard Wagner (22 Mei 1813 – 13 Februari 1883) adalah seorang komponis berpengaruh Jerman, pakar teori musik, dan penulis, namun paling terkenal melalui karya operanya. Musiknya masih sering dimainkan, yang paling terkenal adalah “Ride of the Valkyries” dari Die Walküre dan “Bridal Chorus” dari Lohengrin. Wagner juga merupakan seorang tokoh yang sangat kontroversial, karena inovasi musik dan inovasi dramanya dan juga karena dia adalah seorang pendukung pemikiran-pemikiran anti-semitisme. Dalam sejarah musik, dia digolongkan sebagai komponis dari Zaman Romantik.

3. Ludwig van Beethoven



Ludwig van Beethoven (dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn, wafat 26 Maret 1827 di Wina) adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni kelima dan kesembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli.

Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.

2. Wolfgang Amadeus Mozart



Wolfgang Amadeus Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) adalah seorang komponis. Ia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberflöte. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.

1. Johann Sebastian Bach



Johann Sebastian Bach (lahir di Eisenach, Jerman, 21 Maret 1685 – meninggal 28 Juli 1750 pada umur 65 tahun) adalah seorang komponis Jerman . Ia menggubah musik untuk alat musik organ, harpsichord dan clavichord, dan juga untuk orkestra. Karyanya yang paling terkenal adalah Brandenburg concerto.
Para musikolog membagi seluruh komposisi Bach dalam lima masa, masing-masing komposisi memperlihatkan perbedaan gaya yang cukup spesifik jika saling dibandingkan tahun pembuatannya. Yang membuat gaya lagu Bach berbeda dari yang lain adalah bahwa semua lagu yang dibuatnya baik lagu Jesu Joy of Man’s Desiring atau lagu yang kebanyakan dibuatnya ditujukan untuk Tuhan.

Sungai Bawah laut di Mexico





Mengenai keberadaan Sungai Bawah Laut di Mexico diperkirakan dapat menimbulkan berbagai hal yang membahayakan bagi kehidupan di bawah laut. Memang dalam sebuah penelitian menujukkan gas sulfida (H2S) disungai bawah laut itu tidak membahayakan manusia.

Secara umum Gas Sulfida memiliki sifat yang asam, dan bila bercampur dengan air laut atau garam yang ada dalam kandungan air laut, maka gas ini bisa berbahaya bagi mahkluk hidup yang ada di laut, namun tidak berbahaya bagi manusia, demikian dikatakan Menristek Suharna Surapranata kepada vivanews.com.

Hal itu disampaikan Suharna Surapranata dalam pembukaan di The 4th GEOSS Asia – Pacific Symposium, Denpasar, Bali, Rabu 10 Maret 2010,

Kendati demikian, Suharna mengakui fenomena alam sungai di dalam laut itu merupakan bagian dari vulkanologi atau studi tentang gunung berapi, lava, magma dan fenomena geologi yang berhubungan.

"Di Indonesia memang belum pernah terjadi, namun sangat mungkin fenomena itu terjadi karena hal itu merupakan fenomena alam, dan sejauh ini penelitian tentang sungai bawah laut belum selesai, dan masih melakukan pemetaan tematik," jelasnya.

Seperti diketahui, 'sungai' bawah laut yang terjadi di perairan perairan Cenote Angelita, Mexico, pada kedalaman 60 meter itu bukanlah sungai sebenarnya.

Warna kecoklatan seperti air sungai itu merupakan lapisan gas hidrogen sulfida. Namun warna kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar.

Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfide atau H2S. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Suasana dalam laut itu mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan. Ada pohon lengkap dengan dedaunan jatuh berguguran.

Pulau Sikuai "Pulau Cantik yang Tersembunyi"





Apakah anda pernah menonton The Beach yang dibintangi oleh Leondardo Di Caprio? Pada satu adegan Leonardo berlari dan tiba di tepi pantai Maya Bay di depannya terpancang karang raksasa dan gradasi air laut dari biru muda ke biru pekat. Mungkin itulah gambaran yang sedikit sama mengenai apa yang akan di dapat di pulau Sikuai.Indah dan memesona tanpa bisa dilupa.

Sikuai adalah salah satu pulau di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Sebuah pulau kecil dengan luas 40 ha, meimilki pemandangan alam yang memesona. Pulau Sikuai benar-benar indah, bahkan banyak yang berpendapat lebih indah dari Bali. Mungkin karena pantainya masih virgin dan bersih, juga tidak rame seperti di bali. Andai saja pemerintah setempat mengelola tempat wisata ini dengan serius, melakukan promo besar-besar, pastinya bakal menjadi pesaing Bali.

Pulau Sikuai yang masuk dalam wilayah Propinsi Sumatera Barat, mudah ditempuh jika hendak mengunjunginya. Dari arah manapun asal sampai di Kota Padang perjalanan menuju pulau indah ini dilakukan dengan Speed Boat atau kapal yang akan mengantar anda ke Pulau Sikuai kurang lebih 1 jam.

Rahasia Mantra Sihir Harry Potter


Wingardium Leviosa! Expelliarmus! Alohomora! Ingin tau apa arti sebenarnya dari mantra-mantra sihir di dunia Harry Potter?



Para Harry Potter freaks pasti udah tau apa yang akan terjadi kalo kita mengacungkan tongkat sihir sambil berseru, “Avada Kedavra!”. Atau mantra apa yang harus diucapkan kalo kita pengen membuka pintu yang terkunci (”Alohomora!”).

Tapi pernah kepikiran nggak sih, kalo J.K. Rowling, pencipta Harry Potter, ternyata nggak asal bikin mantra aja? Semua mantra sihir yang digunakan di Hogwarts ternyata ada origin alias asal usulnya, yang rata-rata berasal dari bahasa Latin.
Accio

Mantra ini digunakan untuk memanggil barang. “Accio gelas”, dan gelas pun akan terbang ke arahmu. Dan seterusnya. Kata ‘Accio’ ternyata berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘Aku memanggil.’
Avada Kedavra

Mantra paling jahat yang bisa membunuh lawan. Orang tua Harry Potter tewas akibat mantra ini. Dalam bahasa Aramaic, ‘Avada Kedavra’ berarti ‘I will destroy as I speak’. Bunyinya mirip dengan ‘Abracadabra’, yang merupakan mantra kuno dari abad kedua yang sering dipakai untuk memanggil roh halus dan meminta perlindungan.
Crucio

Ini juga mantra jahat yang biasa dipakai untuk menyiksa. Dalam bahasa Latin, ‘crucio’ artinya ’saya menyiksa’.
Expecto Patronum

Mantra penghasil patronus, satu-satunya makhluk yang bisa mengusir Dementor. Lagi-lagi mantra ini diambil dari bahasa Latin yaitu ‘expecto’ yang artinya ‘menunggu/berharap’, dan ‘patronus’ yang artinya ‘pelindung’. Jadi kurang lebih expecto patronum itu artinya ‘menunggu datangnya pelindung’.
Expelliarmus

Ini nih mantra andalan Harry Potter saat bertempur. Fungsinya adalah untuk melepaskan tongkat sihir dari tangan musuh. Diambil dari bahasa Latin ‘expellere’ yang artinya ‘mengeluarkan atau melepaskan’, dan ‘arma’ yang artinya ’senjata.’
Impedimenta

‘Impedimenta’ dalam bahasa Latin artinya ‘halangan’. Mantra ini biasa dipakai untuk membuat rintangan demi memperlambat pergerakan musuh.
Lumos

‘Lumos’ artinya ‘cahaya’. Mantra inilah yang dipakai kalo mau membuat ujung tongkat sihir kita menyala layaknya lilin.
Rictusempra

‘Sempra’ berasal dari kata ’sempre’ yang artinya ’selalu’, sedangkan ‘rictum’ artinya mulut atau rahang yang terbuka. Rictusempra ini dipakai untuk membuat musuh jadi terus menerus tertawa.
Sectumsempra

Ini justru kebalikan dari rictusempra. Efeknya bukan ketawa, tapi luka-luka, karena dalam bahasa Latin, ’sectum’ artinya ‘melukai atau mencederai’.
Stupefy

Ini juga salah satu mantra yang sering digunakan saat perang, soalnya efeknya nggak melukai. Cuma bikin bingung dan linglung aja. Wajar sih, soalnya dalam bahasa Inggris, ’stupefy’ artinya ‘linglung’.
Wingardium Leviosa
Ini adalah salah satu mantra yang diajarkan pada murid-murid Hogwarts di tahun pertama. Fungsinya untuk membuat sebuah benda jadi terangkat mengambang di udara. Asal katanya adalah gabungan dari bahasa Inggris dan Latin.

Wingardium berasal dari kata wing (bahasa Inggris) yang artinya sayap, dan arduus (bahasa Latin) yang artinya langit. Sedangkan leviosa berasal dari bahasa Latin, levare, yang artinya mengangkat atau mengambil.

The Hurt Locker Film Terbaik 2010, Merebut Piala Oscar

Kejutan di Piala Oscar

Kejutan terjadi dalam ajang Academy Awards ke 82 tahun ini. Dalam ajang bergengsi tersebut, film Avatar difavoritkan akan menjadi film terbaik dan diyakini akan mendapatkan Piala Oscar. Itu tak menjadi kenyataan, karena Film Terbaik justru diraih oleh pesaingnya yakni The Hurt Locker. Film yang menceritakan tentang Perang Irak yang digarap sutradara wanita Kathryn Bigelow ini berhasil mengalahkan film Avatar yang selama ini digadang-gadang akan menjadi film Terbaik di ajang Piala Oscar tahun ini.

Selain mengalahkan film Avatar, The Hurt Locker juga mengalahkan film-film bermutu lainnya seperti The Blind Side, Districk 9, An Education, Inglourious Basterds, Precious, A Serous Man, Up dan juga Up In The Air. Film The Hurt Locker memenangkan enam kategori dalam Academy Awards tahun ini. Di antaranya adalah Naskah Original Terbaik dan juga Sutradara Terbaik yang diraih oleh Kathryn Bigelow. Sekedar informasi, Kathryn Bigelow adalah mantan istri dari James Cameron. Kedua orang ini pernah terikat pernikahan selama dua tahun.

Film ‘The Hurt Locker’ (2008) dinobatkan menjadi Film Terbaik di Academy Awards 2010. Film yang disutradarai oleh Kathryn Bigelow tersebut mengalahkan ‘Avatar’, yang dijagokan oleh banyak pihak untuk meraih Piala Oscar. Kenapa ‘The Hurt Locker’ menjadi film terbaik? Yang pertama tentu karena pilihan dari dewan juri Academy Awards 2010. Dewan juri Academy Awards yang anggotanya berisikan para jurnalis, sineas serta kritikus film, pasti memiliki pertimbangan tertentu. Film berdurasi sekitar 131 menit itu bercerita tentang aksi Sersan William James (Jeremy Renner), seorang penjinak bom dari Angkatan Darat Amerika Serikat yang sedang bertugas di perang Irak.

Film yang berkisah tentang para penjinak ranjau darat atau disebut juga EOD (Explosive Ordnance Disposal) selama invasi militer Amerika berlangsung di Irak itu merupakan gambaran lain kehidupan tentara Amerika selama invasi berlangsung di negeri 1001 malam itu pada medio pertengahan era 2000. Dibuka dengan adegan yang cukup memacu denyut jantung, saat seorang penjinak bom SSG Matt Thompson (Guy Pearce) harus membereskan sebuah penghancur bom yang tiba-tiba ngadat di tengah hiruknya jalanan penuh debu dimana musuh terus mengintai. Sayangnya, Thompson harus kehilangan nyawa saat seorang pedagang yang tidak jauh dari situ menghidupkan telepon selularnya. Cuplikan adegan tersebut memang akhirnya menjadi rangkaian panjang dari film yang skenarionya ditulis oleh Mark Boal (In The Valley of Elah, 2007).

Uniknya, di tengah kekacauan perang yang serba tidak pasti, sisi humanis ditampilkan Bigelow dalam salah satu adegan di film ini. Afeksi antara James dengan bocah remaja setempat bernama Beckham (Christopher Sayegh) yang kerap menjual DVD bajakan untuknya adalah nilai lebih dari film yang sarat dengan adegan menegangkan ini. Bigelow dengan jeli menampilkan film ini dan membawa opini baru untuk penonton. Apakah perang bisa menjadi candu? Syuting film ini sendiri berlangsung di Yordania dengan budget di bawah 20 Juta Dolar. Selama seminggu, pengambilan gambar juga berlangsung di kamp militer Amerika Serikat yang berpusat di Kuwait. Yordania sendiri dianggap sebagai lokasi di Timur Tengah yang paling aman untuk syuting film ini, karena terbilang aman penjagaan selama syuting juga tidak ketat, sehingga para aktor tidak memerlukan penjagaan khusus. Beberapa elemen milik militer Amerika Serikat saat menjinakkan bom dapat dilihat secara detail oleh penonton. Sayangnya walau mendapatkan kritik bagus dari para sineas, film ini juga mengundang komentar sinis dari tentara veteran Amerika yang sebelumnya pernah bertugas di Irak dan Afghanistan.

Paul Rieckhoff, salah satu veteran yang mendirikan organisasi khusus bagi veteran Iraq and Afghanistan bernama IAVA (Iraq and Afghanistan Veterans of America) mengkritik film ini dalam akun Facebook-nya. Menurutnya, film ini tidak berdasarkan keadaan sebenarnya di medan peperangan. Rieckhoff yang juga kolumnis di berbagai harian ternama seperti The New York Times, Associated Press, USA Today serta Newsweek ini pernah menulis pengalamannya saat berperang di kawasan Timur Tengah dalam sebuah buku berjudul “Chasing Ghosts” yang rilis pada 2006.

Dalam perhelatan akbar Academy Awards ke-82, film ini sukses mengantongi enam kemenangan lewat kategori “Best Picture”, “Best Film Editing”, “Best Sound Editing”, “Best Sound Mixing”, “Best Original Screenplay”, serta “Best Director” untuk Bigelow. Dalam pidato kemenangannya setelah penyanyi Barbra Streisand membuka amplop mengumumkan sang juara, Bigelow mengaku bahwa malam itu adalah salah satu momen tak terlupakan dalam hidupnya.“Saya mungkin hanya satu dari sekian banyak perempuan yang memenangkan piala ini namun saya ingin mendedikasikan piala ini untuk banyak para perempuan dan laki-laki di Irak dan Afghanistan yang setiap harinya bergelut dengan resiko kematian”, tandas perempuan kelahiran 47 tahun lalu ini.



Di film itu digambarkan bagaimana Sersan James melalui setiap ketegangan ketika berusaha menjinakkan puluhan bom yang disebar oleh para gerilyawan Irak. Seperti di kebanyakan film perang buatan Hollywood, adegan tembak menembak atau korban yang berdarah-darah, ada di ‘The Hurt Locker’. Tapi bisa dikatakan kalau porsinya tidak sebanyak seperti di film ‘Saving Private Ryan’ (1998) atau ‘Black Hawk Down’ (2001). Selain adegan menjinakkan bom dan tembak-tembakan, ‘The Hurt Locker’ juga menampilkan sisi kemanusiaan para tentara Amerika Serikat yang bertugas di Irak. Sersan James yang memiliki karakter sedikit ugal-ugalan selalu bersitegang dengan rekannya, Sersan JT Sanborn (Anthony Mackie). Perdebatan antara Sersan James dan Sersan Sanborn selalu terjadi setiap keduanya usai bertugas di medan perang.

Tak hanya itu, diperlihatkan juga bagaimana Sersan James yang terkesan bengal bisa depresi saat melihat seorang bocah Irak menjadi korban mutilasi. Lalu di mana sisi menarik ‘The Hurt Locker’ sehingga bisa menyabet dua kategori bergengsi, Best Picture dan Best Director, selain empat kategori lainnya, di Academy Awards 2010?

Teknik pengambilan gambar ‘The Hurt Locker’, tidak ada yang baru. Teknik kamera yang seakan-akan mengikuti gerak pemain filmnya di ‘The Hurt Locker’ juga pernah dipraktekkan di ‘Saving Private Ryan’ (1998), ‘Traffic’ (2000) atau ‘Crash’ (2001). Akting para bintangnya di film tersebut boleh diacungi jempol. Aktor Jeremy Renner mampu membawakan karakter seorang penjinak bom lengkap dengan ketegangannya dan juga kebengalannya. Selain Renner, kemampuan Anthony Mackie juga harus diberikan penghargaan.

Cerita ‘The Hurt Locker’ lah yang patut disimak dengan baik. Di film itu, Kathryn Bigelow, sang sutradara, tidak menggambarkan kemenangan atau kekalahan tentara Amerika Serikat di medan laga. Bigelow di akhir film menggambarkan bagaimana seorang prajurit Amerika Serikat, dalam hal ini Sersan William James, ingin kembali bertempur di Irak demi kehormatan bangsa dan negaranya. Keinginan Sersan James itu diutarakan kepada istrinya saat ia sudah hidup tenang di kampung halamannya. Padahal saat bertugas di Irak, Sersan James sempat depresi dan berhasrat untuk pulang kampung. Bigelow sepertinya ingin memperlihatkan sisi nasionalisme seorang prajurit Amerika Serikat, tanpa harus menggambarkannya dalam bentuk kemenangan serdadu Paman Sam di medan perang.




Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More